Terkadang hujan memang suasana paling indah untuk menyendiri. Bersama rinai hujan yang terus menyusur tanah itu banyak berjuta bait doa yang terus dipanjatkan. Hujan memang saat yang paling tepat untuk mengadukan segala perasaan. Bercerita pada setiap rintik airnya yang menetes, tidak berharap diberi solusi, hanya berharap ada yang mau mendengarnya.
Tapi, ada banyak orang - orang yang tersandar penuh luka melihat air hujan yang mengguyur tubuhnya. Di balik indahnya pemandangan hujan, selalu ada kisah yang tersirat di dalamnya. Entah itu kisah bahagia ataupun kenangan pahit yang menyedihkan. Boleh jadi ada yang merasakan bahwa setiap air hujan yang turun bagaikan jarum yang terus menusuk kulitnya tanpa ampun.
Lalu, mengapa jangan berjanji ketika hujan?
Simple saja, siapapun bisa mengingkari janjinya setiap saat. Jika pelangi yang jelas - jelas warnanya menghiasi langit saja bisa perlahan menghilang, pasti janji pun akan lebih cepat terhapusnya. Terkadang para perayu itu selalu membual omongan kosong membawa hujan.
"Tahukah kau, aku bisa menghentikan hujan saat ini jika aku tidak bersama dengan orang yang aku cintai. OH HUJAN! BERHENTILAH!!!"perayu itu pun mengangkat lengan tangannya menyeru ke atas langit. Yang ada di depannya hanya terpaku diam menatapnya.
"Kau tahu, hujan ini tak akan berhenti, karena saat ini aku sedang bersama seseorang yang sangat aku cintai. Ya, aku bersamamu."perayu itu pun lalu menekuk lututnya dan memberikan sekuntum mawar merah yang sudah terguyur hujan. Aduhai, yang dirayu pun tersipu malu karena rayuan itu. Padahal simple saja, sudah jelas - jelas tiada satu pun orang yang bisa menghentikan hujan, karena hanya Allah-lah yang berkuasa atas langit dan bumi seisinya.
Ada banyak sekali kisah cinta yang berlatar dibawah derasnya hujan. Memang sangat indah, air hujan menjadi saksi semua pengakuan - pengakuan akan perasaan yang bertuan di dalam hati. Tapi, bagaimana jika dua insan tersebut mendadak berpisah? Entahlah, yang jelas hujan pasti selalu dibencinya, tak pernah mau mengenal hujan, karena setiap hujan turun hatinya hancur berkeping - keping mengingat semuanya. Dan dirinya tidak pernah mau berdamai dengan hujan, karena ia tak pernah mau memaafkan kenangannya.
Lakukanlah kebaikan ketika hujan, semisal beribadah khusyuk, agar kebiasaan itu terus mengalir seperti air hujan.
Hujan selalu indah, rahmat Allah yang turun untuk semua makhluknya, harus disyukuri bukan disesali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar