Masih sama seperti postingan yang sebelumnya. Termasuk puisi hukuman yang kutulis dengan keikhlasan dan senyum yang mengembang. Kutulis semalam juga. Masih berjumlah 40 baris. Hmm entahlah, aku bingung mengapa setiap puisi romance yang kutulis itu pasti tentang merindukan seseorang. Tapi, sebenarnya tidak ada yang kurindukan. Apakah aku merindukan bayangan? Ah sudahlah, lupakan.
Puisi romance tentu saja isinya sesuai dengan isi hati penulisnya, curahan perasaan seseorang. Puisi romance lebih banyak yang berupa kejujuran biasanya, tentu bagi seseorang yang bingung ingin menceritakan seluruh perasaannya kepada siapa ia bisa menuliskannya di atas kertas.
Judul : Quebec Saksi Bisu Rinduku
Karya : Asyifa Alfiyanti (Afaf Fairuz is available on Wattpad)
Duhai cintaku...
Langit Quebec ceria sekali
Bintangnya tak terhitung
pun tidak juga tergapai.
Untuk apa kugapai?
Bukankah kau bintangku?
Seindah pelangi di Niagara
Pelangi yang takkan terhapus
Indah sekali bintangnya
Formasinya rapi seperti batuan Teluk Fundy
Binar - binar mataku menatapnya
Senyum simpul tergantung di bibirku
Rindu ini merobek senyum hatiku
Bongkahan perasaan menyusup tiba - tiba
Tanpa permisi jua salam
Merusak pemandangan malamku
Gemercik air Peyto Lake pun terdengar
Itupun sudah cukup
sebagai balasan rindumu.
Airnya menderu sendu
Bersabarlah...
Aku akan kembali
Takkan lupa arah
Menuju pelabuhan hati
Sepi menyayat hati
Aku akan tetap menyendiri
Aku tahu
kau menantiku sepanjang waktu.
Quebec hanyalah tempat singgahku
Takkan berubah fungsi
Kau selalu tempat pulangku
yang jauh lebih indah.
Aku pasti kembali
Aku tergilas rindumu
Bersama bayangan fatamorgana
Ditertawakan oleh sepi
Hamparan salju mengelilingiku
Tersirat kata terlukis
Aku harus kembali
Rinduku tak tertampung lagi
Depok, 21 Juni 2016
Catatan : bila ada kesalahan kata ataupun ingin menambahkan sekadar koreksi, dimohon kesediaannya berkomentar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar