Rabu, 22 Juni 2016

Puisi Elegi

Sebelumnya, ini puisiku yang kutulis selama kurang lebih 1 jam. Jumlah baitnya banyak, karena ini puisi hukuman, tapi kutulis dengan sepenuh hati dan keikhlasan. Kurang menyentuh memang, aku sendiri baru belajar menyentuh dunia puisi, dengan harapan bisa menjadi seorang puitis. Puisi ini mengajakku untuk berkeliling dunia dengan pena dan kertas. Traveling ke luar negeri dengan syarat pulangnya harus membawa 120 baris puisi dengan 3 tema yang berbeda. 
Dan inilah puisi pertamanya :

#Hukuman
Jenis Puisi : Elegi
Tema : Thailand
Judul : Dukaku di Kota Bangkok
Karya : Asyifa Alfiyanti (Afaf Fairuz available on Wattpad)

Aku terpekur di ujung jalan Pecinan
Meratapi semilir angin berhembus
Menatap sendu burung - burung kecil
Sekali lagi, remah - remah tak peduli

Bersanding dengan bayanganmu
Menampar ganas wajahku sendiri
Mencambuk diriku
Melupakanmu dan pusaramu

Angin menusuk kalbuku
Perasaan sendu menembus hatiku
Kau pergi...
Menorehkan duka kota Bangkok

Terkesiap...
Berdiri dengan gagah
Berkelana...
Entah kemana

Bisikan duka enggan menyepi
Bayanganmu sulit melebur
Perasaan ini takkan pergi
Meskipun kau tak peduli

Angan dan bayangan telah sirna
Janji kita bersama terhapus sudah
Hanya jeda yang kugenggam
Hanya senyum yang kurengkuh

Bangkok...
Bantu aku untuk lenyap
Menghempaskan seluruh rasa
Rengkuhlah diriku

Jika Gajah Putih itu gagah
Mengapa aku lemah?
Injak saja diriku
Tikam tanpa ampun

Gajah Putih menjadi saksi
Atas luka dan dukaku
Merekam hari - hari payahku
Menjadi audio yang mengalun merdu

Bangkok...
Jangan kau liput kepergiannya
Jangan kau rekam teriakan naasnya
Biarlah semuanya seperti kaset yang kusut

Depok, 21 Juni 2016


Catatan : sekiranya banyak kesalahan bolehlah kesediaannya berkomentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar