assalamualaikum, warahmatullahi, wabarakatuh.
selamat malam readers.
Yuk, kita bahas langsung!
Membenci orang tua?
Hati ini boleh kesal dengan beliau, tapi janganlah kau membencinya.
Ketika kita memaksakan kehendak kepada orang tua, namun orang tua tetap tidak menyetujuinya, dan tetap tidak sepaham dengan kita, apakah yang akan kau lakukan? Akankah kau membencinya?
Sahabatku, apa yang telah diputuskan oleh orang tua adalah yang terbaik untuk kita, yang terbaik untuk anaknya. Memang, terkadang menurut kita, pendapat kita lah yang paling benar. Orang tua hanya bisa melarang saja.
Sahabatku, tidak selalu yang kau pikirkan adalah yang benar. Tetapi, apa yang dipikirkan oleh orang tua adalah selalu yang terbaik, meski bagimu menyakitkan. Kau tahu? Cara memberi keputusan saja sudah beda antara kita dan orang tua. Buktikan saja. Kita selalu berpikir akan manisnya dari keputusan tersebut, namun lain halnya dengan orang tua, beliau selalu memikirkan pahitnya dari semua itu. Dampak pahit dari semua yang akan diputuskan. Namun, bagiku itulah memang yang sebenarnya, karena akankah hidup ini berawal dari manis? Akankah semua peristiwa berawal manis, tidak mengalami pahit getirnya? Sahabatku, itulah hidup. Hidup tidak berawal dari keindahan, manisnya setiap peristiwa. Akan tetapi, terkadang ada banyak yang mengalami hidup ini getir sekali. Di rundung masalah akibat salah mengambil keputusan. Dan juga terkadang ridha orang tua sangatlah memengaruhi hidup anaknya.
Coba deh, ingat ingat lagi, kapan terakhir kali kalian meminta ijin kepada orang tua? dan apa respon dari orang tua? akankah sependapat denganmu?
Terkadang, yang membuat seorang anak menaruh kebencihan kepada orang tuanya adalah ini "PERBEDAAN PENDAPAT"
"Ah, Ibu gak gaul nih, kan aku cuman mau ikut jadi suporter bola, ah Ibu emang kerjaannya ngelarang mulu, kesel ih, aku benci Ibu"
Jangan tiru yang diatas!
Kau tahu apa yang melayang di pikiran ibunya saat anaknya meminta ijin seperti yang diatas? Ibunya pasti berpikir, "Nak, walaupun kau hanya menjadi suporter, menonton bola bersama komunitas pecinta klub itu, bahaya sekali akibatnya, bagaimana jika nanti tim bola kebanggaanmu itu menang di kandang lawan, lantas lawan dari tim tuan rumah itu tidak terima, hingga munculah konflik yang akan memakan korban, Ibu tidak ingin kau menjadi korban dari semua itu Nak, pemainnya yang mendapatkan nama dan uang saja tidak fanatik seperti itu, lantas mengapa kau yang hanya penggemarnya rela mempertaruhkan nyawamu padahal kau tidak dapat apa - apa". Yang ada dalam benak seorang ibu adalah seperti itu. Pada kata yang digaris miring, lain halnya dengan keikhlasan, ini ikhlas yang bukan pada tempatnya.
Sahabatku, seperti itulah pemikiran orang tua. Intinya hanyalah :
Beliau tidak menginginkan anaknya terluka dan ada di jalan yang salah
Apa tanggapan mu? "Ah, Ibu nih pikirannya terlalu berat, suporterkan cuman nonton, ga lebih, kan kita sportif jadi ga bakalan ada konflik, Ibu gak gaul". Sahabatku, memang seperti itulah pemikiran orang tua. Terkadang hal yang tidak pernah kita pikirkan pun ada di pikirannya. Seperti cerita tadi, Ibunya dibilang gak gaul karena berpikiran berat kalau nanti bakalan ada konflik? Ini yang gak gaul sebenarnya Ibunya atau anaknya?
Lho, memang banyak yang berjanji untuk damai, tidak ada konflik karena sportif. Tapi, manusia itu kan tempat lalai, lupa, salah, mudah sekali terpengaruh bujukan setan. Janji janji itu bisa saja dilupakan, saat mereka begitu antusias sekali menonton pertandingan itu, hingga seolah olah mereka yang sedang bertanding, tapi ternyata klub kebanggaannya kalah, padahal mereka sudah membuat pernyataan bahwa klubku pasti menang. Munculah konflik. Tawuran antar suporter terjadi. Semua yang dipikirkan Ibunya itu terjadi. Hal yang tidak pernah dipikirkan oleh anaknya.
Sahabatku, jika memang orang tua kita tidak sependapat dengan kita, terimalah sarannya. Boleh jadi itu adalah saran terbaik. Jangan membencinya hanya karena berbeda pendapat. Akankah kita membenci hal sesepele itu? Akankah kita lupa akan jasa jasanya yang tidak mampu kita balas hanya karena kebencian yang telah memengaruhi sisi hatimu.
Kau pikirkan baik baik apa alasan orang tuamu, cerna baik baik, sambungkan berbagai hal, tentulah kau akan sadar bahwa semua itu benar.
Banyak kebencian yang bukan dari perbedaan pendapat.
Ada yang membenci orang tuanya hanya karena fisik.
"aku benci Ayah, Ayahku tidak setampan Dimas Anggara" hoi tidak masuk akal.
"aku benci Ibu, karena kekurangannya" lantas jika kau membenci malaikatmu karena kekurangannya, mengapa kau mencintai pacarmu karena kekurangannya, berpikirlah yang masuk akal, jika kau bisa mencintai pacarmu karena kekurangannya, mengapa dengan Ibu kau malah membenci kekurangannya?
Sahabatku, bayangkan wajah kedua orang tuamu jika orangtuamu sudah tiada. Bayangkan senyumnya, bayangkan wajah dewasanya yang menjaga dan melindungimu selalu. Bayangkan kebencian yang penah kau hadirkan kepada keduanya. Bayangkan bagaimana mereka tidak pernah membenci dirimu yang sebenarnya jauh lebih buruk dari apa yang kau benci dari orang tuamu. Untuk yang hingga kini masih menyimpan kebencian dengan orang tuanya yang sudah tiada, sadarkan hatimu. Untuk apa membenci seseorang yang amat berjasa dalam hidupmu? Lupakanlah hal sepele itu, maafkanlah semuanya. *note : untuk yang membenci orang tuanya karena sikap kasar, bukan disini tempatnya*
Sahabatku, lihatlah wajah kedua orang tuamu jika sedang tidur. Lihatlah wajahnya yang telah dipenuhi goresan tuanya, lihatlah wajahnya yang penuh kelelahan karena mencari nafkah untukmu. Lihatlah wajah penuh perjuangannya, berjuang hanya untuk anaknya. Lihatlah seberapa banyak yang beliau korbankan untuk dirimu. Lihatlah bagaimana ketika mereka sedang tidur lalu mereka tidak terjaga lagi? Tidak bisa lagi menemani hari harimu. Tidak ada lagi yang membuatkan sarapan, tidak ada lagi yang mendoakanmu, tidak ada lagi yang memberikan semangat ketika kau mulai jatuh, tidak ada lagi yang mengajarkan kehidupan, tidak ada lagi yang memarahimu, tidak ada lagi yang melarangmu. Bayangkanlah, hapuskan rasa bencimu. Untuk apa kau membencinya, membenci seseorang yang tulus menyayangimu dan menjagamu sejak kau masuk ke dunia kehidupan. Hapuslah kebencianmu, alihkan perasaan benci yang menggebu itu, menjadi cinta kasih sayang yang begitu tulus. *note : untuk yang membenci orang tuanya karena sikap kasar, bukan disini tempatnya*
Bayangkan jika nanti kau membutuhkan tempat untuk memperoleh ijin dan ridhanya.Ketika tidak ada yang melarangmu karena kekhawatiran.
Sesungguhnya aku lebih baik dimarahi karena banyak hal, karena artinya mereka peduli denganku, dibanding aku hanya diberi tatapan kosong tidak peduli sedikitpun
Jangan pernah membenci orang tua. Seandainya kau membencinya, akankah kau dapatkan ridha orang tua? yang juga ridha Allah terdapat pada dirinya.
Maafkanlah orang tuamu. Bersikap sabarlah menghadapinya. Kau boleh kesal karena sikapnya, namun hapuslah rasa kesalmu, jangan sampai berubah menjadi benci.
Karena sesungguhnya, Allah sangat menyayangi umatnya yang menghormati kedua orangtuanya, yang sayang kepada kedua orangtuanya. Sayangilah orang tuamu, sebagaimana mereka menyayangimu diwaktu kecil.
Ok, sekian tulisanku hari ini, aku hanya ingin berbagi, aku tidak bermaksud menggurui. Terima kasih untuk yang menyempatkan diri membacanya. Mohon maaf, apabila tidak sepaham, atau banyak kata kata yang salah.
Sekian.
Wassalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar